Tentang Rinduku..
Pernahkah kau merasakan rindu yang teramat dalam?? Hingga kau ingin membuang dirimu jauh dari rindu itu, tetapi sisi hatimu yang lain menolak ingin rindu itu tetap ada..
Rindu yang melemahkan setiap sendi pertulanganmu, rapuh. Seperti kayu lapuk digerogoti rayap. Racun rindu itu mengalir bersama aliran darahmu dan menjadi vitamin bagi penderitaanmu. Merana dalam penantian panjang. Terbujur kaku dengan sejuta harapan, harapan yang tak akan menjadi kenyataan tanpa kehadiran orang yang kau rindukan.
Rindu itu menahanku dalam kegundahan luar biasa. Menggoyahkan kekuatan terkuatku. Menakuti seluruh keberanianku. Mengurangi oksigen dalam paruku, hingga tersedak oleh minuman rinduku sendiri.
Ketenanganku terus diusik kerinduanku. Ia tetap ada dan terus ada, bahkan dalam ayat-ayat sholatku. Hingga kekhusukanku berbaur bersama ayat-ayat rindu. Aku merasa berdosa pada Yang Maha, karena rindu yang Ia ciptakan.
Ingin membuang rindu itu jauh, menguburnya dalam-dalam di dasar gunung es Antartika hingga ia diam dan membeku. Sehingga hangat dan panasnya tak terasa lagi.
Tetapi setelah hilang, mengapa aku ingin rindu itu muncul lagi, disini.., dihati yang telah lebam ini. Bukankah dengan hilangnya rindu, hati tidak menderita lagi?? Entahlah..
Tetapi, bukankah dengan hilangnya rindu, berarti kau telah lupa dengan orang yang kau rindukan?? Bukankah dengan rindu, memberimu kekuatan untuk mengingat dan lebih mengenali orang yang kau rindukan?? Dengan rindulah kau dapat melakukannya, bukan ketika berada dekat di sampingnya. Bagaimana mungkin kau bercerita tentangnya tanpa inspirasi rindumu sendiri. Tetang parasnya, budinya, bau tubuhnya. Tentang aroma nafasnya. Bercerita tentang rasa cola didalam mulutnya yang bercampur dengan nafasnya. Bukankah itu semua anugerah dari rindu?? Rindu yang menguatkan cintamu. Kuat seperti baja yang tak tersentuh oleh air. Hingga karat mengalir menjauh darinya.
Inilah rinduku. Rindu yang melemahkan dan menguatkan.
Bagaimana denganmu?? Pernahkah merasakan rindu seperti itu?? Atau berkeinginan sekedar mencicipinya??
Untuk hati yang lemah oleh rindu!
Untuk hati yang kuat oleh rindu!
Untuk hati yang selalu kurindukan…!!
Ryu Kenshin
Kutulis saat sepi ditemani rindu
01-11-08, 00:17
November 21, 2008 pada 7:32 am
rindu ?
biarkan dia ada, walau sakit…perih…
jangan diusir….nikmati !
November 21, 2008 pada 3:40 pm
bagaimana dengan sepi??
Januari 18, 2009 pada 4:44 am
Rindu adalah permainan hati dan rasa.
nikmati jika kamu suka…lupakan jika kami rasa menyakitkan